Menjual Keunikan Dampo Awang




Taman Rekreasi Pantai Kartini atau TRPK Rembang kini bernama Dampo Awang Beach. Nama baru ini muncul setelah Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan hak pengelolaan obyek wisata ini kepada pihak swasta. Tujuan pemberian nama baru ini adalah untuk menciptakan image (citra) baru yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Memberi nama baru menjadi Dampo Awang Beach wajar dilakukan karena cara ini adalah bagian dari strategi memperbaiki image jika sebuah obyek wisata tidak berdaya tarik lagi. Namun, penggantian nama tidak bisa dilakukan dengan serampangan. Nama baru harus bisa lebih mewakili obyek wisata tersebut sehingga tidak mengaburkan image yang ingin dicapai.

Lalu, apakah Dampo Awang Beach nama yang tepat?

Bukankah nama Kartini lebih familiar bagi masyarakat karena memiliki kedekatan sejarah? Pengelola memang memiliki alasan yang lebih detail. Namun, jika alasannya karena faktor historis, nama Kartini lebih kuat memberikan nilai positif bagi citra wisatawan.

Nama RA Kartini lebih merepresentasikan Rembang. Catatan perjalanan hidup pejuang emansipasi wanita ini menjadi bagian sejarah Rembang. Bukti historisnya kini diabadikan di Museum Kartini dan Makam Kartini sehingga eksistensi TRPK menjadi bagian kesejarahan tersebut. Jadi, Rembang dengan brand Kartini justru lebih memikat wisatawan.

Namun, jika nama baru untuk menciptakan deferensiasi dengan pantai lain, nama Dampo Awang lebih mengena. Selama ini terjadi bias informasi, setiap disebut Pantai Kartini, perhatian wisatawan mengarah pada Pantai Kartini di Jepara. Nama Dampo Awang Beach menjadi pembeda yang jelas antara pantai di Rembang dan Jepara.

Selain nama baru, keberhasilan perbaikan image Dampo Awang Beach ditentukan oleh revitalisasi fasilitas pariwisata yang ditawarkan kepada wisatawan. Semakin bagus fasilitas pariwisata, semakin berpeluang besar dikunjungi banyak wisatawan.

Fasilitas rekreasi yang lama bisa tetap dipertahankan, tetapi perlu dikemas lebih bervariatif lagi. Fasilitas baru harus mempunyai nilai tambah dan memiliki ciri khas yang membedakan dengan fasilitas-fasilitas di obyek wisata daerah lain.

Namun, apa pun fasilitas yang akan ditambahkan, seharusnya ada penegasan identitas yang berkaitan dengan Dampo Awang. Sebagai maskot, keunikan Dampo Awang harus ditonjolkan di lokasi wisata tersebut sehingga memperkuat perbedaan dengan obyek wisata pantai lain.

Saat ini baru ada Jangkar Dampo Awang yang dipajang di anjungan pantai. Jauh lebih menarik jika pengelola memajang benda-benda bersejarah peninggalan Dampo Awang lainnya, misalnya perahu Dampo Awang. Jika tidak memungkinkan, pengelola bisa membuat dan memasang replikanya. Penting juga membuat museum mini untuk memajang pernik-pernik yang berkaitan dengan Dampo Awang. (Awi Wiyono/Kompas, 28 Juli 2009)

0 comments:

Post a Comment